MUKALLA — Insiden berdarah kembali mengguncang kawasan perairan Timur Tengah yang tengah membara. Sebuah kapal tanker komersial dilaporkan menjadi sasaran serangan udara fatal, memicu gelombang protes diplomatik dan kekhawatiran baru atas keselamatan jalur pelayaran internasional di koridor energi dunia.
Tragedi yang menimpa kapal pembawa minyak mentah tersebut dikonfirmasi terjadi pada Sabtu, 13 Juni 2026. Serangan rudal yang diluncurkan oleh militer Amerika Serikat di lepas pantai Oman tersebut menghantam tepat di bagian dek belakang dan ruang akomodasi kapal, mengakibatkan tiga pelaut berkewarganegaraan India tewas seketika di lokasi kejadian.
Direktur Operasional Otoritas Maritim Regional, Kapten Fahd Al-Ahmadi, membeberkan bahwa serangan tersebut diduga kuat salah sasaran di tengah meningkatnya ketegangan operasi militer koalisi barat di wilayah tersebut.
"Kami menerima sinyal darurat (mayday) dari kapal tanker tersebut sesaat setelah ledakan terjadi. Berdasarkan laporan awal dan serpihan material yang ditemukan, kapal dihantam oleh rudal kendali taktis dari armada laut AS yang sedang berpatroli. Tiga kru asal India yang berada di ruang kendali meninggal dunia akibat hantaman langsung, sementara beberapa kru lainnya mengalami luka bakar serius. Sangat disayangkan, ini adalah kapal komersial murni yang tidak membawa muatan militer atau terlibat dalam konflik geopolitik apa pun," ujar Kapten Fahd Al-Ahmadi saat diwawancarai langsung di pos komando darurat.
Tuduhan Salah Sasaran dan Desakan Investigasi Internasional
Pihak militer Amerika Serikat dalam pernyataan terpisahnya mengakui adanya operasi penargetan udara di wilayah tersebut, namun menyatakan bahwa fokus serangan awalnya adalah kapal yang dicurigai membawa pasokan senjata ilegal untuk kelompok milisi regional. Munculnya kapal tanker komersial ini di jalur yang sama diduga memicu kesalahan identifikasi radar tempur.
Insiden ini langsung memicu reaksi keras dari New Delhi. Pemerintah India mengutuk keras serangan tersebut dan menuntut penjelasan serta pertanggungjawaban penuh dari Washington terkait tewasnya warga sipil mereka yang sedang bekerja secara sah.
Hingga saat ini, kapal tanker yang mengalami kerusakan parah tersebut tengah ditarik secara perlahan menuju pelabuhan terdekat di bawah pengawalan ketat tim penyelamat. Insiden ini diprediksi akan membuat premi asuransi pengiriman laut melonjak tajam, mengingat jalur lepas pantai Oman merupakan rute krusial bagi pasokan minyak global dari Teluk Persia menuju pasar Asia dan Eropa.

0 Komentar
Kami beritahukan kepada pembaca Artikel Versibarani.COM. Agar dapat berkomentar yang Sopan Dan tidak Spam. Atas perhatiannya kami ucapkan Terimakasih.